h1

Pengolahan Hasil Pertanian

Mei 4, 2011

Pengolahan Hasil Pertanian

Nama : Uswatun Khasanah

NIS     : 6182

Kelas  : 4 TPHP 1

Saat ini banyak orang mencari peluang untuk menambah penghasilan keluarga, membuat makanan ringan adalah salah satu pilihan yang bisa dilakukan. Karena makanan ringan mudah sekali dipasarkan, karena hampir semua orang suka menikmatinya.

Agroindustri pada dasarnya adalah kegiatan yang meliputi aktivitas teknis dan manajerial untuk meningkatkan nilai tambah bahan (hasil pertanian) dengan cara pengolahan dan pengawetan guna memperpanjang umur simpan bahan. Alternatif untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian tersebut pada skala kecil adalah dengan mengembangkan industri pengolahan pada skala industri rumah tangga (home industry).

Pengembangan pengolahan komoditas pertanian pada skala industri rumah tangga mempunyai banyak manfaat dan keuntungan, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Dapat menyediakan keanekaragaman makanan bagi penduduk atau masyarakat secara berkesinambungan yang sesuai dengan daya beli
  2. Pasaran dan permintaan aneka produk olahan cukup luas, bahkan cenderung meningkat
  3. Dapat mengoptimalisasikan sumberdaya yang ada di daerah-daerah, khususnya di pedesaan
  4. Memperluas penerapan dan alih teknologi pengolahan hasil pertanian di pedesaan
  5. Mampu memberikan pengaruh perubahan kearah perbaikan struktur perekonomian masyarakat

Sebagai gambaran potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai berikut :

  1. Buah-buahan (Nanas, Mangga, Apel, dan lain-lain)
    Buah-buahan dapat diolah menjadi beberapa produk antara lain:
    - sari buah
    - jelly
    - manisan
    - selai/jam
    - dodol
    - tepung/instan
    - keripik
    - kerupuk
  2. Kacang-kacangan (Kedelai, Kacang tanah)
    Kacang-kacangan dapat berupa :
    - tahu
    - soyghurt
    - minyak
    - tempe
    - tahu
    - tepung
    - susu
  3. Rempah-rempah (Jahe, Temulawak, Kunyit putih, Kencur)
    Rempah-rempah dapat diolah menjadi beberapa produk antara lain :
    - jamu/minuman sehat
    - simplisia/produk kering
    - tepung/instan
    - obat-obatan
    - bumbu
    - pewarna alami
  4. Ubi-ubian (Ubi kayu, Ubi jalar)
    Ubi-ubian dapat diolah menjadi beberapa produk antara lain :
    - tepung
    - pemanis
    - keripik
    - granula/tepung instan
    - kerupuk
  5. Umbi-umbian (Kentang, Garut, Ganyong, Talas)
    Umbi-umbian dapat diolah menjadi beberapa produk antara lain :
    - minyak atsiri
    - produk kering
    - bumbu-bumbu

Sumber : http://www.diansono.wordpress.com

h1

Zat Perasa Makanan

Mei 4, 2011

Zat Perasa Makanan
guLa

Banyak dokter, ahli nutrisi dan peneliti menganggap gula yg telahdiproses adalah musuh paling utama bagi kesehatan.
Namun gula adalah bahan tambahan no 1. Konsumsi gula 10X lebih banyak daripada 2600 zat tambahan makanan lainnya.
Gula tersembunyi didalam barang2 yg kita beli di supermaket: saos tomat, roti, sup, sereal, daging yg diawetkan, hot dog, lunche meat, salad dressing, saus spagheti, cracker, mayonaise, selai kacang, pizza beku, buah & sayur kalengan, jus tomat dll. Lebih2 dalam produk2 gula: permen, kue, ice cream, cookies, donat, minuman soda
1 permen kecil gratis di kasir restoran mengandung 50-100 kalori ~ makan besar yg baru saja dihabiskan
Macam2 gula:
Sukrosa
Dikenal sebagai gula putih yg sudah diproses (gula pasir dan sejenisnya)
Gula buatan yg dimakan berlebihan tiap hari, dalam produk2 buatan manusia
Dari gula tebu, gula bit, mapel
Gula putih 99,9% sukrosa
Gula turbinado 99% sukrosa
Gula merah/ brown sugar 96% sukrosa
Gula mapel 95-98% sukrosa
Sirup mapel 65% sukrosa
Molasses 50-70% sukrosa
Fruktosa/ levulosa
Dalam buah2an dan madu
Dari jagung, gula bit & gula tebu
Bentuk yg paling polpuler yg sudah diproses: sirup jagung, yg ditambahkan pada ratusan produk
70% lebih manis dari sukrosa, tetapi lebih sedikit kaloringa
Maltosa
Dibuat dg merendam/ malting beberapa padi2an dg enzim2 alami
Yg populer:
Barley malt , dari kecambah barley/ jelai, dikeringkan, campur air & memasaknya jadi sirup
Brown rice syrup, dinuat dg menambahkan jali yg sudah berkecambah & disaring, nasi dibiakkan dikeringkan dalam nasi yg sudah dimasak dimasak jadi sirup
1/3 manisnya dari sukrosa
Glukosa/ dextrosa
Ditemukan secara alami dalam buah, madu. Carob dan jagung atau dalam bentuk yg sudah diproses
2/3 manisnya dari sukrosa
Bentuk gula yg dihancurkan dalam tubuh, dipakai sbg energi
Laktosa
Bentuk gula dalam susu, selain galaktosa
tidak disebut sebagai zat tambahan makananTidak dikonsumsi dalam bentuk gula, tetapi sbg bagian dari produk susu
Jadi glukosa, fruktosa, maltosa sudah ada secara natural pada sayur, buah, padi2an dan madu. Kalau kita makan makanan seperti Kej1 29 sebenarnya tubuh kita sudah mendapatkan gula yg dibutuhkan.
Yg harus kita perhatikan:
Makanlah pemanis dalam jenis yg diciptakan Allah sebagai makanan
Sedapat mungkin makanlah pemanis sebelum diubah menjadi produk toksik
Kalau kita tidak menjadi ketagihan, kita sedang menggunakan pemanis dg cara yg sehat.
Sumber : http://www.google.com

h1

Penanganan Quality Control di Garuda Food

Desember 16, 2010

Quality control adalah suatu pengawasan dan pengendalian mutu yang dilakukan pada setiap tahap/stasiun proses pembuatan produk mulai dari tahap bahan baku yang datang dari supplier sampai produk jadi yang siap dikonsumsi.

Tujuan quality control : untuk mengawasi dan mengendalikan proses pembuatan produk sehingga dihasilkan produk jadi yang sesuai dengan standart mutu atau persyaratan yang telah ditetapkan.

Pengawasan mutu PT Garuda Food Putra Putri Jaya, dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

  1. 1. Pengawasan mutu bahan baku

Untuk melakukan pemeriksaan atau inspeksi terhadap barang yang datang dari supplier sebelum disimpan sementara digudang atau sebelum dipakai proses produksi. (pada umumnya barang yang dating ini merupakan bahan baku yang dipakai untuk proses produksi).

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang/bahan baku yang masuk apakah sesuai dengan spec yang distandartkan.

Karena biasanya bahan baku/barang masuk dalam jumlah banyak, maka yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan/inspeksi adalah dengan sampling (pengambilan sampel). Sampling dilakukan dengan tingkat kepercayaan tergantung pada keadaan bahan baku atau supplier.

Pengawasan mutu bahan baku dilakukan oleh Quality Control Raw Material (QC RM) yang dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1)      Quality Control Field Raw Material

Tugas QC Field RM adalah melaksanakan sistem pengendalian bahan baku secara fisik dan organoleptik serta melakukan monitoring kualitas bahan baku selama penyimpanan bahan baku di gudang.

2)      Quality Control Analyst Raw Material

Tugas QC Analyst RM adalah melakukan analisa kimia bahan baku sebelum digunakan untuk proses produksi.

Tugas pokok dari QC Analyst RM adalah melakukan analisa di laboratorium terhadap bahan baku saat incoming dan saat penyimpanan di gudang sebelum bahan baku dipakai untuk produksi. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi bahan baku yang masuk, apakah sesuai dengan spesifikasi yang distandarkan.

  1. 2. Pengawasan mutu selama proses produksi

Pengawasan mutu selama proses dilakukan oleh Quality Control Proses yang dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1)      Quality Control Field Proses

Tugas Field Proses adalah melaksanakan system pengendalian mutu proses produksi secara harian.

2)      Quality Control Analyst Proses

Tugas QC Analyst Proses adalah melakukan analisa organoleptik, bahan baku, bahan ½ jadi dan finished good pada proses produksi serta melaksanakan pengendalian mutu harian.

Pengawasan mutu selama proses dimaksudkan untuk mengawasi dan mengendalikan system pengendalian mutu terhadap proses produksi sehingga dihasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standart mutu.

  1. 3. Pengawasan mutu barang jadi

Pengawasan mutu barang jadi atau produk akhir dilakukan oleh Quality control Finished Good yang dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1)      Quality Control Field Finished Good

Tugas QC FG adalah melaksanakan system pengendalian mutu produk akhir dan memonitoring penyimpanan barang jadi di gudang, dan melakukan pemeriksaan kualitas organoleptik produk selama masa simpan.

2)      Quality Control Analyst Good (yang disebut dengan sample shelf life)

Tugas QC Analyst FG adalah dengan melakukan analisa kimia produk jadi baik sample dari monitoring FG di gudang penyimpanan, juga sample produk shelf life. Sample shelf life adalah sample sample berupa produk yang disampling saat produksi dan disimpan selama masa simpan tertentu. Sample produk shelf life tersebut dianalisa kimia setiap bulannya untuk mengetahui kualitas produk selama umur simpan.

Pengawasan yang dilakukan oleh QC Finished Good diantaranya adalah :

  1. Kehalalan produk
  2. Fisik kemasan
  3. Etiket
  4. Shef life
h1

Kepedulian PT Garuda Food Ke Lingkungan Sekitar

Desember 16, 2010

Sekilas CSR Sehati Garudafood

Sejalan dengan perkembangan perusahaan serta sebagai wujud peran sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar / masyarakat luas, GarudaFood perlu membuat suatu program khusus, yang fokus pada kegiatan sosial perusahaan, disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar namun tetap terarah. Program tersebut adalah Sehati Garudafood.

Misi Sehati

  • Menerapkan ‘Corporate Philosophy’ GarudaFood.
    • Human Values
    • Business Ethic
    • Unity Through Harmony
  • Membentuk komunitas ‘knowledge worker’ yang mampu menjadi ‘agent of change’ yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas melalui program yang berkesinambungan di berbagai aspek (Sosial, Ekonomi dan Lingkungan).

Makna Sehati

SEHATI bermakna berempati.

Dari kata Sehati terdapat kata “sehat” artinya mengutamakan kesehatan baik untuk jasmani dan rohani dan penggalan kata “hati” artinya sepenuhnya dilakukan dengan hati (tulus).

Makna keseluruhan: GarudaFood selalu berempati dengan sesama.


5 Pilar Program Sehati Garudafood

  • Kesehatan Masyarakat
  • Lingkungan
  • Bantuan Kemanusiaan
  • UMKM
  • Pendidikan
h1

Anak Bina Usaha PT Garuda Food

Desember 16, 2010

Produk-produk Garudafood didistribusikan oleh PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) yang merupakan Divisi Distribusi dari holding company. Didirikan 1994, peran SNS sangat menentukan bagi perkembangan Garudafood. Karena perannya, berbagai macam produk Garudafood bisa diperoleh konsumen di wilayah-wilayah pelosok seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2006 ini, SNS telah memiliki 96 depo, yang melayani hampir 150.000 outlet pelanggan di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, untuk lebih memperluas jaringan, SNS juga bermitra dengan subdistributor besar yang tersebar dari Aceh sampai Papua.

Dengan kekuatan jaringan serta armada distribusi yang sangat memadai, sejak 1994 SNS telah menjadi 5 besar perusahaan distributor FMCG terbaik untuk kategori makanan dan minuman. Dalam perkembangannya SNS kini tidak hanya mendistribusikan produk dari Garudafood, tetapi juga dari principal lain baik untuk produk food maupun non food.

h1

Komoditas Perusahaan Garuda Food

Desember 16, 2010

Beberapa komoditas yang dihasilkan oleh PT Tudung Putra Putri Jaya (GARUDA FOOD) diantarannya adalah :

  1. Kacang. Inovasi Kacang Garuda mampu membuat rasa bawang maupun keju menembus kulit kacang dan terus meresap hingga kedalam isinya. Kombinasi kacang dan rasa bawang maupun keju membuat kacang lebih ber-RASA dan gurih. Disamping asam lemak tak jenuh, Kacang Kulit Rasa juga mengandung banyak protein, magnesium, vitamin E dan mineral lain seperti fosfor, zat besi, kalsium, kalium, dan natrium. Tanpa zat pengawet, tanpa zat pewarna dan tanpa minyak goreng menjadikan Kacang Kulit Rasa sehat dikonsumsi kapan dan oleh siapa saja.
  2. Jelly. Jelly Drink merupakan inovasi dari divisi jelly, dimana produk ini mengkombinasikan fungsi jelly sebagai makanan sekaligus sebagai minuman. Produk ini mengandung jelly dengan nata de coco dan tersedia dalam kemasan cup dengan pilihan rasa jeruk, jambu (guava), apel, dan anggur. Okky Jelly Drink memberikan kesegaran dengan menghilangkan dahaga sekaligus membantu menahan lapar. Okky Jelly Drink sangat cocok disajikan saat kita membutuhkan kesegaran setelah melakukan berbagai kegiatan maupun di saat-saat bersantai bersama.
  3. Snack. Snack Kentang Leo terbuat dari kentang pilihan dengan bumbu-bumbu yang menambah kenikmatan rasa produk ini. Saat ini, Snack Kentang Leo hadir dengan rasa ayam original dengan kemasan yang menarik dan isi lebih banyak.
  4. Biscuit. Contohnya adalah Gery Chocolatos merupakan inovasi baru dari Gery Wafer Stik dengan menghadirkan wafer stik yang lebih besar dan isi krim coklat yang lebih padat. Perpaduan antara wafer stik dan krim coklatnya memberikan citarasa serta kepuasan tersendiri dalam menikmati wafer stik, yang tidak dapat kita temui pada produk-produk wafer stik pada umumnya. Kombinasi wafer stik dan coklatnya merupakan perpaduan selera dan kualitas prima. “Gery Chocolatos, mama mia lezatos”
  5. Basic Food. Baru dari Garuda Food. ENERFILL, Minuman Susu Sereal Yang Nikmat & Bergizi. Di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 vitamin & kalsium yang dibutuhkan tubuh untuk menambah energimu, tersaji dengan bahan-bahan yang sehat & bergizi. ENERFILL lebih mengenyangkan dibandingkan produk sejenis karena di dalamnya terdapat Sereal & butiran-butiran Oats yang sehat, cocok sebagai pengganjal perut di saat lapar menyerang dengan sensasi rasa yang nikmat. Tersedia dalam kemasan sachet yang terdiri dari 2 varian rasa coklat & vanilla “Susu Sereal Nikmat & Bergizi Dengan Butiran Oats…Lebih Sehat, Lebih Kenyang”
  6. Minuman. Mountea, minuman teh dengan rasa buah yang menyegarkan. Sensasi rasa buah yang terdapat dalam Mountea menawarkan kenikmatan tersendiri dalam minum teh. Tampil dengan kemasan cup, Mountea memberikan kepraktisan bagi konsumen, yaitu langsung sedot tanpa repot harus membuka tutup lagi. Mountea tersedia dengan varian rasa buah seperti Apel, Blackcurrant, Jambu, Stroberi, Persik dan Leci. Selain rasa buah, Mountea juga tersedia dalam rasa Teh Manis Original. Kesegaran rasanya memberikan sensasi yang berbeda. Kini, Mountea hadir dengan kemasan botol – Mountea Green Tea Starfruit. Kenikmatan rasa eksotis belimbing dipadu dengan ekstrak green tea dari daun teh hijau berkualitas yang berasal dari pegunungan, memberikan kesegaran di sela-sela aktivitas harian anda. Mountea, ini Tehku!
h1

Penanganan Limbah Garuda Food

Desember 16, 2010

Penanganan limbah perusahaan

a) Limbah cair
1. Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment)
Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah. Pada tahap ini dilakukan penyaringan, penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak alat-alat pengolahan air limba, seperti pasir, kayu, sampah, plastik dan lain-lain.

2. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-artikel padat organik dan organik melalui proses fisika, yakni sedimentasi dan flotasi. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease).

3. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)
Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film, suspended film dan lagoon system.

4. Pengolahan Akhir (Final Treatment)
Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet.

5. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment)
Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah.

b) Limbah padat


Limbah organic

Untuk limbah organic dilakukan pengolahan sbb:
1. pengecilan ukuran hingga 4-5 cm
2. penyusunan tumpukan di atas bilah-bilah untuk membantu aerasi
3. pemantauan dan pengaturan suhu serta kelembaban
4. pembalikan dan penyiraman
5. pematangan
6. pengayakan

Sedangkan untuk limbah anorganik dilakukan pengolahan sbb:
1. Pengecilan ukuran
2. Pengepakan
3. Pengolahan Lanjutan ( dari pabrik dikirim ke tempat daur ulang )
4. Pengolahan di tempat daur ulang ( Recycling )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.